Resensi Novel " Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati " karya Brian Khrisna
I. Identitas Buku
Judul : Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Penulis : Brian Khrisna
Penerbit : PT Gramedia Widiasarana
Cetakan : I
Tahun Terbit : 2025
Tebal Buku : 216 halaman
II. Sinopsis
Apa yang akan kamu lakukan jika hanya memiliki waktu singkat sebelum ajal menjemput? Pertanyaan itu menjadi inti dari kisah dalam buku ini. "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang hidup itu sendiri dan bagaimana kita menjalaninya.
Tokoh utama dalam buku ini, ada seorang pria yang bernama Ale. Ia baru saja menerima vonis bahwa hidupnya takkan lama lagi. Di tengah kekalutan dan kegundahan itu, ia justru teringat pada satu keinginan sederhana yaitu makan mie ayam di tempat favoritnya. Namun perjalanan untuk menikmati semangkuk mie ayam terakhir berubah menjadi perjalanan spiritual, penuh kenangan, penyesalan, harapan, dan penerimaan.
Dalam narasi yang penuh satir, humor kelam, dan renungan eksistensial, Brian Khrisna membawa pembaca menyusuri sisi-sisi kehidupan yang jarang disorot. Ketakutan akan kematian, rasa kehilangan, dan keinginan manusia untuk memberi makna pada hidup, bahkan di ujungnya.
III. Kelebihan Buku
- Gaya Bahasa yang Unik dan Menyentuh
Brian Khrisna berhasil memadukan bahasa yang sederhana dengan metafora yang tajam dan puitis. Gaya penulisan yang sarkastik namun menyentuh membuat buku ini berbeda dari novel pada umumnya.
- Penggambaran Emosi yang Mendalam
Buku ini tidak sekadar menceritakan peristiwa, tetapi mengekplorasi perasaan-perasaan terdalam manusia dalam menghadapi kematian. Pembaca diajak untuk ikut merenung, tertawa getir, dan bahkan menangis diam-diam.
- Cerita yang Sarat Makna Filosofis
Di balik narasi yang sederhana, tersembunyi banyak refleksi hidup tentang keluarga, cinta, pertemanan, dan penerimaan diri. Buku ini mengajak kita untuk menghargai hal-hal kecil dalam hidup.
IV. Kekurangan Buku
- Alur yang Terkadang Melompat-Lompat
Transisi antara bab bisa terasa mendadak dan tidak selalu halus. Beberapa pembaca mungkin merasa kehilangan benang merah dari satu bagian ke bagian lainnya.
- Minimnya Karakter Pendukung yang Diperdalam
Fokus cerita sangat terpusat pada tokoh utama, sehingga karakter lain terasa kurang berkembang. Padahal, mereka berpotensi memperkaya dinamika cerita.
V. Alasan Rekomendasi
"Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" adalah buku yang patut dibaca siapa saja yang ingin merenungkan makna hidup secara ringan namun menggugah. Cocok untuk pembaca yang menyukai kisah kontemplatif dengan bumbu humor dan ironi kehidupan. Meski menghadirkan tema kematian, buku ini justru terasa sangat “hidup” dan menyadarkan kita akan pentingnya menikmati setiap detik kehidupan, bahkan untuk hal sesederhana seporsi mie ayam.
Penulis : Devi Triana Asie

Komentar
Posting Komentar